Perkawinan dan Keluarga, Lembaga Sosial Penting dan Mendasar dalam Masyarakat

lembaga perkawinan dan lembaga keluarga ditemukan di semua masyarakat dan dilengkapi dengan ritual yang khas memperlihatkan fungsi pentingnya bagi masyarakat
Perkawinan dan keluarga, lembaga sosial penting dalam masyarakat
image: foryourmarriage.org


Perkawinan dan keluarga merupakan lembaga sosial yang penting dan mendasar dalam setiap masyarakat. Lembaga sosial yang satu ini penting karena kehadirannya menjamin terpenuhinya beberapa kebutuhan dasar masyarakat. Untuk itu, tempatguru di sini memaparkan Perkawinan dan Keluarga,  Lembaga Sosial Penting dan Mendasar dalam Masyarakat. 


Definisi Perkawinan dan Keluarga

Perkawinan adalah sebuah institusi sosial yang melibatkan ikatan perjanjian publik antara dua orang yang berbeda jenis kelamin dengan tujuan membentuk keluarga dan menghasilkan keturunan. Perkawinan dapat dilangsungkan dengan cara yang beranekaragam di berbagai budaya , bangsa dan negara. Namun umumnya perkawinan  melibatkan upacara atau ritual yang menandai kesepakatan antara pasangan laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama sebagai suami istri.

Sedangkan keluarga adalah sebuah institusi sosial yang terdiri dari pasangan yang telah menikah, anak-anak hasil perkawinan atau adopsi dan individu lain yang terikat  oleh hubungan darah atau pernikahan. Keluarga merupakan  unit sosial yang penting dalam masyarakat dan  membentuk struktur sosial yang khas serta  memberikan dukungan emosional dan finansial di antara para anggotanya. Keluarga juga menjadi tempat di mana nilai-nilai, norma, dan budaya dipertahankan dan ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Sejarah Keberadaan Perkawinan dan Keluarga 

Perkawinan  adalah sebuah praktek sosial yang memiliki sejarah yang panjang. Untuk itu, kita perlu mengetahui sejarah perkawinan secara singkat dan padat dari masa-masa. Tujuannya adalah agar kita memahami perjalanan panjang lembaga sosial keluarga/perkawinan ini dari masa ke masa dan mengambil sikap yang tepat terkait dengan lembaga yang satu ini.


Perkawinan pada Masa Prasejarah

Keberadaan lembaga perkawinan dan keluarga memiliki sejarah yang panjang dan dapat ditelusuri hingga masa prasejarah. Namun, karena kurangnya catatan tertulis dari masa prasejarah, informasi tentang praktik perkawinan dan kehidupan keluarga  pada periode ini sangat terbatas dan sebagian besar berasal dari bukti-bukti arkeologis.


Masa Prasejarah

Pada masa prasejarah, praktik perkawinan mungkin telah bervariasi di antara kelompok-kelompok manusia dengan latar belakang budaya dan cara hidup yang berbeda. Namun, beberapa bukti arkeologis menunjukkan bahwa perkawinan telah dilakukan pada periode ini dan mungkin telah memiliki makna simbolis atau religius. Misalnya, ditemukan bukti penguburan bersama pasangan di beberapa situs prasejarah, yang menunjukkan adanya hubungan yang istimewa antara dua orang yang saling mencintai.


Masa Tradisional

Di beberapa peradaban kuno  seperti Mesir, Yunani dan Romawi, perkawinan memiliki nilai sosial dan ekonomi yang penting. Pada masyarakat Mesir, perkawinan digunakan untuk memperkuat ikatan antara keluarga dan memberikan keturunan yang sah. Pada masyarakat Yunani Kuno, perkawinan menjadi cara bagi keluarga untuk mempertahankan kekayaan dan status mereka, sedangkan di Romawi, perkawinan dianggap sebagai cara untuk memperkuat ikatan sosial dan politik.


Abad Pertengahan:

Pada Abad Pertengahan, gereja Katolik memainkan peran yang sangat penting dalam regulasi perkawinan. Gereja mengajarkan bahwa perkawinan harus dianggapdan kekal. Untuk itu, pasangan harus memahami komitmen mereka, satu  terhadap yang lain sebagai komitmen seumur hidup. Gereja juga membatasi praktik perkawinan seperti perceraian dan poligami, dan menetapkan persyaratan ketat untuk perkawinan seperti persetujuan orang tua, saksi, dan mahar.


Masa Modern:

Pada era modern, regulasi perkawinan banyak dipengaruhi oleh hukum sipil dan budaya populer. Di banyak negara, hukum mengatur hal-hal seperti syarat-syarat perkawinan, hak dan kewajiban pasangan, dan prosedur perceraian. Selain itu, norma-norma budaya juga memainkan peran penting dalam definisi perkawinan dan hubungan antar pasangan. Misalnya, masyarakat modern cenderung menganggap perkawinan sebagai ikatan yang didasarkan pada cinta, kesetiaan dan persamaan,  serta diharapkan agar pasangan membangun kehidupan bersama dan saling mendukung satu sama lain.

Singkatnya, secara historis,  lembaga perkawinan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu dan berbagai faktor seperti budaya, agama, dan hukum yang mempengaruhinya. Meskipun begitu, lembaga perkawinan tetap menjadi salah satu institusi sosial yang penting dalam kehidupan manusia.


Alasan Dasar Pentingnya Perkawinan dan Keluarga

Ada banyak alasan  yang membuat lembaga perkawinan  menjadi salah satu institusi sosial yang penting dalam kehidupan manusia. Namun di sini, kaminya dalam tiga ( 3) membatasi alasan itu :


Membentuk Keluarga

Perkawinan adalah dasar bagi pembentukan keluarga, yang merupakan unit dasar dari masyarakat. Keluarga yang terdiri dari pasangan suami-istri dan anak-anak. Dalam keluarga, para anggotanya saling  memberikan dukungan emosional, fisik, dan finansial satu sama lain. Keluarga juga merupakan tempat di mana nilai-nilai dan norma-norma sosial dapat diteruskan/ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Memberikan Kepastian Hukum

Perkawinan memberikan status hukum pada pasangan suami-istri dan anak-anak mereka. Dalam banyak negara, perkawinan memberikan hak-hak dan kewajiban tertentu bagi pasangan seperti hak waris, hak untuk memutuskan untuk pasangan yang sakit atau tidak mampu mengambil keputusan, dan hak untuk memutuskan kehidupan bersama secara hukum.


Memperkuat Hubungan Sosial

Perkawinan memberikan kesempatan bagi individu untuk membangun hubungan sosial dan membentuk jaringan yang lebih luas. Lewat perkawinan, pasangan suami-istri itu memperluas hubungan sosial mereka dengan anggota keluarga  luas pasangannya masing-masing. Hubungan itu dapat memperkuat ikatan sosial dan menghasilkan dukungan sosial yang lebih besar. 

Selain itu, perkawinan juga dapat memperkuat ikatan antara kelompok-kelompok sosial yang berbeda dan mempromosikan kerjasama di antara mereka.


Fungsi Keluarga

Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak sangat penting bagi individu dan juga bagi masyarakat
Keluarga bukan saja penting bagi individu tetapi juga penting bagi masyarakat
 image: getty images


Keluarga memegang peran penting dalam kehidupan manusia karena keluarga beberapa fungsi yang dimilikinya, yaitu: 


Fungsi Proteksi

Keluarga memberikan perlindungan, baik secara fisik maupun psikis dan rohani  kepada setiap anggotanya. Jika anggota keluarga merasa aman dan terlindungi, proses sosial dalam keluarga dapat berjalan dengan aman dan harmonis.


Fungsi Ekonomi

Keluarga memiliki peran dalam aspek ekonomi, di mana kepala keluarga bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan ekonomi istri dan anak-anaknya. Namun, pada masyarakat modern saat ini, ayah dan ibu bekerja sama dalam mengelola pendapatan untuk untuk memastikan terpenuhi kebutuhan ekonomi keluarga tercukupi secara benar.


Fungsi Reproduksi

Setiap masyarakat memiliki aturan bahwa kelahiran individu baru hanya diperbolehkan dalam sebuah keluarga dengan perkawinan yang sah. Untuk itu, masyarakat menghendaki agar kelahiran anak harus terjadi dalam keluarga. 


Fungsi Pemberian Status

Lembaga perkawinan memberikan status atau kedudukan baru di masyarakat, baik sebagai suami atau istri. Dalam hal ini, seseorang akan diperlakukan sebagai orang dewasa dan bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga, anak-anak, dan masyarakat. Keluarga juga memberikan status pada anak, tidak hanya status yang diperoleh dari jenis kelamin, urutan kelahiran, dan hubungan kekerabatan, tetapi juga status yang diperoleh orang tua, yaitu status dalam kelas sosial tertentu.


Fungsi Pengawasan Sosial

Setiap anggota keluarga harus saling mengawasi dan mengontrol untuk menjaga nama baik keluarga. Dalam masyarakat tradisional, fungsi ini hanya dilakukan oleh anggota yang lebih tua, tetapi dalam keluarga modern, anak-anak punya kehendak untuk  melakukan pengawasan itu terhadap anggota yang lebih tua. 


Fungsi Afeksi

Keluarga diharapkan untuk memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak tetapi juga seluruh anggota keluarga. Selalu ada harapan dan keinginan agar semua anggota keluarga dapat membangkitkan rasa saling menyayangi, menghormati, dan menjaga kerukunan antar anggota keluarga.


Fungsi Sosialisasi

Keluarga memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakat. Keluarga merupakan sosialisasi pertama bagi anak atau yang biasa disebut sosialisasi primer.


Dari deskripsi di atas, kita dapat melihat bahwa keluarga adalah lembaga sosial yang sangat penting karena memiliki peranan yang sangat penting. Karena itulah, lembaga sosial sudah dikenal sejak awal peradaban manusia. 


 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url