Hubungan antara Iluminati dengan Gereja Katolik

Kita sering mendengar tentang Illuminati, sebuah organisasi bayangan yang dianggap mengendalikan dunia. Bukankah Iluminati sudah dibekukan? Mengapa sebuah organisasi yang sudah dibekukan tetapi namanya tetap disebut-sebut?

adam weishaupt, pendiri iluminati bavaria hasil didikan Katolik, bekerja di lembaga Katoli tetapi melawan katolik
Adam Weishpaupt, Pendiri Iluminati Bavaria, hasil didikan Katolik,
bekerja di lingkungan Katolik, melawan Katolik



Naskah ini akan menyoroti informasi seputar illuminati. Pembekuan illuminati mengindikasikan adanya  pertarungan antara ideologi yang ada dibaliknya, yaitu rasionalisme dengan kerajaan dan otoritas religius di Eropa abad ke-18. Dalam postingan kali ini, kami menampilkan hubungan antara Iluminati dengan Gereja Katolik; di mana keduanya memiliki hubungan yang erat.




1. Ketegangan antara Pencerahan & Otoritas Gereja


Walaupun pada abad ke-16 Gereja Katolik di Jerman diguncang oleh Reformasi Luther, namun sampai pada abad ke-18 Gereja tetap menjadi otoritas dominan, terutama di Bavaria. Di sini, di Bavaria, Gereja Katolik:
menguasai pendidikan, mengelola tanah dan  ekonomi, serta berpengaruh pada kebijakan hukum dan  sosial.

Sementara itu, abad 17 dan 18, muncul gelombang filosofis yang disebut Pencerahan dengan tokoh-tokoh terkemuka di antaranya Voltaire dan Rousseau. Mereka mempromosikan akal budi untuk membangun ulang masyarakat, meningkatkan kebebasan, dan menuntut hak-hak individu. 

Keduanya adalah pilar Pencerahan, gerakan yang menekankan rasionalisme, menghargai ilmu pengetahuan, dan memupuk skeptisisme untuk menantang otoritas tradisional, yang diwakili oleh monarki dan Gereja.

Di Jerman, filsuf Immanuel Kant, mempopulerkan frasa Sapere Aude (apa itu pencerahan) yang menjadi moto utama Pencerahan, menyerukan individu untuk menggunakan akal budi dan nalar mereka sendiri tanpa bimbingan orang lain (yang secara tidak langsung menyinggung Gereja) saat itu.

Singkatnya, Rasionalisme memuat Gagasan-gagasan tentang akal sehat (Reason) sebagai otoritas tertinggi, wacana dan usaha menantang dogma dan tradisi. Ini adalah ancaman bagi kekuasaan Gereja.


Adam Weishaupt: Murid Gereja yang Membelot


Diskursus rasionalisme Perancis mendapatkan gema paling nyaring di Bavaria. Adalah Adam Weishaupt, profesor hukum kanonik di Universitas Ingolstadt. Dia Adalah didikan asli Yesuit, salah satu tarekat paling berpengaruh dalam Gereja Katolik. Dia juga ahli sistem kontrol sosial dan intelektual Gereja, namun merupakan penganut kuat rasionalisme modern.

Ia juga sangat terpikat oleh kelompok freemason. Dua faktor itu merupakan daya Tarik paling kuat bagi Weishaupt yang memperkuat dasar pemikirannya.

Ditambah lagi dengan pandangannya terhadap aliansi monarki–Gereja di Bavaria yang dinilainya sebagai hambatan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Tiga faktor kunci itulah yang mendorongnya mendirikan iluminati. Maka , pada tanggal 1 Mei 1776: Weishaupt mendirikan Ordo Iluminati — Sang Pembawa “Pencerahan Radikal”.

Ia menamakan para anggotanya "Perfectibilists"—mereka yang mengejar kesempurnaan diri melalui kekuatan akal budi, bukan melalui iman dan wahyu seperti yang diajarkan oleh Gereja.

Misi Perfectibilists adalah Menghilangkan pengawasan Gereja dan monarki melalui penyebaran prinsip-prinsip rasionalisme dan sekularisme dengan cara membatasi kekuasaan institusi religious dan memperluas rasionalitas ke dalam struktur sosial. Sekularisme yang pengaruhnya begitu kuat di Eropa saat ini merupakan salah satu warisan ikonik iluminati ini.


Perbedaan Iluminati dengan Protestantisme

Karena di Bavaria kedudukan Gereja Katolik masih sangat kuat, Weishaupt menggunakan strategi penyamaran dan Gerakan bawah tanah untuk iluminatinya.

Belajar dari kelahiran Protestantisme, tujuan mereka adalah Pencerahan, bukan Reformasi seperti yang dilakukan Luther 2 abad sebelumnya. Dan Gerakan mereka tidak secara terang-terangan, misalnya dengan menempelkan 95 dalil di depan gereja dan melakukan konfrontasi secara terbuka.

Iluminati melakukan aksinya secara samar lewat Gerakan yang bersifat diam-diam. Jadi, taktik mereka bukan konfrontasi, melainkan infiltrasi. Inilah yang membuat mereka begitu ditakuti oleh institusi Gereja.


Strategi Iluminati: Perang Tanpa Suara


Berbeda dari Luther yang frontal dan terbuka, Illuminati memilih gerakan bawah tanah.

Iluminati menggunakan 3 strategi utama:

Pertama, Rekrutmen Selektif

Mereka tidak merekrut orang secara sembarangan. Target utama mereka adalah elit sosial: Pejabat sipil, hakim, bangsawan, dan intelektual—orang-orang yang sudah memegang posisi kunci dalam masyarakat.


Kedua, Hierarki Bertingkat

Illuminati meniru hierarki piramida Gereja dan Serikat Yesus. Novis → Minerval → Illuminatus Major → Magus.

Informasi radikal hanya disampaiakan kepada elit, mirip paus-raja dan bawahan. Anggota baru hanya mengetahui sedikit tujuan akhir. Ide-ide paling radikal, seperti penghapusan monarki dan pengaruh Katolik, hanya diungkapkan kepada elit tingkat tertinggi. Tujuannya adalah Kontrol Informasi dan Perlindungan Jaringan.



Ketiga, Penetrasi Freemasonry

Iluminati menggunakan loge Masonik sebagai jaringan eksisting: seperti Trojan Horse modern pertama di Eropa. Mereka merasuk ke dalam jaringan elit, bahkan dalam gereja sendiri untuk menyebarkan rasionalisme tanpa bisa dideteksi oleh gereja dan monarki.




Tekanan Gereja & Monarki: “Kemunculan Mitos Iluminati”


Jaringan yang dibentuk Weishaupt ini, bertumbuh secara cepat dan melibatkan ratusan individu berpengaruh, sehingga iluminati semakin kuat dari waktu ke waktu.

Dalam waktu kurang lebih 9 tahun: Anggota iluminati sudah mencapai 600–2.000 orang. Tersebar di Bavaria, Austria, bahkan Prusia.


Ketika menganalisis Iluminati, Gereja melihat pola pergerakan yang sangat mereka kenal: jaringan tersembunyi, loyalitas kepemimpinan yang absolut, propaganda intelektual, kemampuan memengaruhi kaum muda,

Gereja segera mengetahui bahwa itu semua adalah metode Yesuit, tapi kini dipakai musuh untuk melawan Gereja, sebuah institusi yang dilayani secara total oleh Yesuit.

Pada 2 Maret 1785, Elector Bavaria mengeluarkan dekret yang memutuskan bahwa semua perkumpulan rahasia dilarang eksis. Hanya berumur 9 tahun, ordo ini dilarang, Weishaupt sebagai pemimpin diasingkan, anggota Ordo Iluminati tercerai berai.

Tapi rupaya kaderisasi ala Yesuit yang dipakai Weishaupt begitu merasuk kuat dalam tubuh anggota iluminati. Sehingga, walaupun secara organisasi iluminati telah tiada, spirit ordo itu tetap hidup dan melahirkan sejumlah mitos iluminati yang bertahan dan terus berkembang hingga kini.

Salah satu Dokumen primer tentang iluminati, memicu mitos konspirasi abad ke-19 oleh penulis seperti John Robison, yang mengaitkan aktivitas Iluminati dengan Revolusi Prancis.


Penutup & Ajakan Berdikusi


Illuminati Asli adalah ordo yang lahir pada abad pencerahan, dari Rahim Katolik untuk mendegradasi otoritas monarkhi dan terutama Gereja Katolik.

Meskipun Weishaupt gagal dalam misinya, ketakutan yang ia tanamkan telah menjadi salah satu cerita paling gigih dalam Sejarah Eropa. Mungkinkah sekularisme, ide-ide demokrasi dan kelahiran negara-negara Eropa modern yang mengakhiri sistem monarkhi punya kaitan dengan iluminati?

Mari kita diskusi tema ini untuk memperluas wawasan dan pemikiran.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url