Struktur Sosial: Fondasi atau Dasar Sebuah Masyarakat


Struktur Sosial mengacu pada semua unsur yang membentuk masyarakat dan proses sosial yang terjadi dalam masyarakat
Struktur Sosial mengacu pada kondisi sebuah masyarakat
sumber gambar: pixabay.com

Pendahuluan


tempatguru.com. Dalam kompleksitas kehidupan sebuah masyarakat, ada satu  kerangka dasar yang mengatur masyarakat tersebut. Kerangka ini disebut "struktur sosial." Dalam Materi ini Quguru akan membawa kita dalam perjalanan untuk memahami apa itu struktur sosial, mengapa struktur sosial ini penting dalam  sosiologi, dan apa tujuan serta ruang lingkup yang akan kita eksplorasi.



1. Pengenalan tentang Apa yang Dimaksud dengan Struktur Sosial


Pertama-tama, mari kita bayangkan masyarakat sebagai sebuah permainan besar yang kita semua mainkan. Tentu saja, agar permainan itu berjalan dengan lancar, kita harus bergabung dalam sebuah team dengan tugas dan peran tertentu. Selain itu, juga dibutuhkan aturan-aturan serta orang yang memimpin permainan itu. 


Inilah analogi sederhana yang berkaitan dengan struktur sosial. Struktur sosial itu seperti sebuah permaian dan aturan-aturan permainan itu sendiri. Struktur sosial  memberi tahu kita bagaimana kita seharusnya berperilaku, berbicara, dan bertindak dalam berbagai situasi dalam hidup kita. Misalnya, di sekolah, kita diharapkan untuk belajar dan mendengarkan guru, di rumah kita mungkin diharapkan untuk membantu memperlancar  pekerjaan rumah tangga, dan di tempat kerja ada aturan tentang cara kita berinteraksi dengan rekan kerja dan atasan. Jadi, struktur sosial membantu kita mengerti cara masyarakat mengatur peran, hubungan, dan perilaku kita. Ini adalah seperti panduan yang membimbing kita dalam kehidupan sehari-hari.



2. Mengapa Struktur Sosial Penting dalam Kajian Sosiologi


Kenapa kita harus peduli untuk memahami struktur sosial? Itu terjadi karena struktur sosial membentuk dasar studi sosiologi. Sosiologi adalah ilmu yang membantu kita memahami bagaimana masyarakat bekerja, bagaimana peran dan hubungan antara orang-orang diatur, dan bagaimana perubahan dalam masyarakat terjadi. Dengan memahami struktur sosial, kita dapat memecahkan teka-teki tentang mengapa orang berperilaku seperti yang mereka lakukan dalam masyarakat. Ini membantu kita mengerti mengapa masyarakat berjalan dengan cara tertentu, dan itu membuka pintu bagi kita untuk memahami dan merencanakan perubahan yang lebih baik dalam masyarakat.



3. Tujuan dan Ruang Lingkup Materi


Materi  ini bertujuan untuk menjelaskan konsep struktur sosial dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Kita akan menjelajahi berbagai aspek struktur sosial, termasuk bagaimana aturan-aturan ini memengaruhi kehidupan sehari-hari kita, mengapa terjadi perubahan dalam struktur sosial seiring waktu, serta apa kontribusi para ahli sosiologi dalam pemahaman ini. 


Dengan membaca materi  ini, diharapkan Anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara masyarakat berada atau berkerja dan mengapa hal ini penting dalam dunia sosiologi. Semoga materi ini akan membantu Anda dalam perjalanan penemuan ilmu sosial yang menarik!



Definisi dan Konsep Dasar Struktur Sosial


Struktur sosial bisa dikatakan sebagai kerangka aturan dalam masyarakat yang berfungsi mengatur cara kita hidup dan berinteraksi satu sama lain. Struktur sosial adalah panduan yang mengarahkan bagaimana kita seharusnya bertindak, berbicara, dan berperilaku dalam berbagai situasi dalam hidup kita.


Kalau sebuah masyarakat dianalogikan dengan sebuah permainan, maka struktur sosial adalah aturan-aturan permainan itu. Aturan-aturan ini memberi tahu bagaimana cara bermain dengan benar.

Contoh dari struktur sosial adalah bagaimana kita berperilaku di sekolah, di rumah, atau di tempat kerja. Di sekolah, kita diharapkan untuk mendengarkan guru dan belajar. Di rumah, kita mungkin diharapkan untuk membantu dengan pekerjaan rumah tangga. Di tempat kerja, ada aturan tentang cara kita berinteraksi dengan rekan kerja dan atasan.


Struktur sosial juga mencakup perbedaan status, seperti status sebagai siswa, anak, teman, atau pekerja. Semua ini adalah bagian dari kerangka yang membantu mengorganisir cara kita hidup dan berhubungan dengan orang lain dalam masyarakat.


Jadi, struktur sosial membantu kita mengerti cara masyarakat mengatur peran, hubungan, dan perilaku kita. Struktur sosial adalah panduan yang membimbing kita dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sosiologi, kita belajar tentang struktur sosial untuk memahami lebih baik cara masyarakat berfungsi dan bagaimana kita berinteraksi satu sama lain.


1. Pengertian dan Definisi Struktur Sosial


Emile Durkheim berbicara tentang kedudukan norma dan nilai dalam struktur sosial. Sebagai contoh, dalam masyarakat banyak negara, ada norma yang mengatakan bahwa orang harus bekerja untuk mendapatkan uang dan menghidupi keluarganya. Ini adalah bagian dari struktur sosial yang mengatur bagaimana masyarakat mengharapkan individu untuk bertindak.


Durkheim berpandangan bahwa struktur sosial adalah seperti aturan main dalam permainan yang membantu menjaga agar permainan berjalan lancar. Ini mencakup norma-norma, nilai-nilai, dan peran-peran yang memberi tahu kita cara kita seharusnya berperilaku dalam masyarakat.


Max Weber mengatakan bahwa struktur sosial itu seperti peta jalan dalam masyarakat. Struktur sosial memperlihatkan siapa yang memiliki kekuasaan, status, dan bagaimana orang bersaing untuk mempengaruhi keputusan dan sumber daya dalam masyarakat.


Max Weber menyebut hierarki status dan kekuasaan dalam struktur sosial. Misalnya, dalam pemerintahan, presiden atau perdana menteri memiliki status yang tinggi dan kekuasaan yang besar. Mereka membuat keputusan penting untuk negara dan orang-orangnya, dan itu adalah bagian dari struktur sosial dalam pemerintahan.


Sedangkan Talcott Parsons mengatakan bahwa struktur sosial adalah seperti peraturan di rumah atau sekolah yang membantu kita mengetahui dan memahami apa yang diharapkan dari kita. Struktur sosial memandu perilaku kita dan mengatur bagaimana masyarakat berfungsi.


Parsons menggambarkan peran dan aturan dalam struktur sosial. Contoh konkretnya adalah peran seorang guru di sekolah. Guru memiliki peran khusus untuk mengajar dan membimbing siswa. Mereka harus mengikuti aturan tertentu dalam hal bagaimana mereka mengajar dan berinteraksi dengan siswa.


Pierre Bourdieu melihat struktur sosial seperti lapangan bermain yang memiliki aturan tertentu. Di lapangan ini, kita memiliki beberapa keuntungan atau kendala berdasarkan di mana kita berada dalam struktur sosial, dan ini mempengaruhi cara kita bermain  permainan kehidupan.


Bourdieu memandang struktur sosial sebagai sistem yang memengaruhi pikiran dan tindakan individu. Misalnya, dalam masyarakat di mana olahraga sepak bola sangat dihargai, orang mungkin lebih cenderung menyukai dan berpartisipasi dalam sepak bola karena pengaruh struktur sosial ini.


Sedangkan menurut Karl Marx, struktur sosial adalah seperti persaingan dan perang antar  kelas di mana orang bersaing karena sumber daya ekonomi. Struktur sosial mencerminkan perbedaan kekayaan dan kekuasaan, dan ini memengaruhi cara kita bertindak dalam masyarakat.


Marx berbicara tentang pertentangan kelas dalam struktur sosial. Sebagai contoh, dalam konteks ekonomi, pemilik perusahaan (borjuis) memiliki kekuasaan atas pekerja (proletar). Mereka  mengontrol bagaimana upah dan keuntungan didistribusikan. Ini adalah konflik kelas yang merupakan bagian penting dari struktur sosial.



Jadi, secara sederhana, struktur sosial adalah aturan, peran, dan hierarki dalam masyarakat yang membantu kita memahami bagaimana kita berinteraksi, apa yang diharapkan dari kita, dan bagaimana kekuasaan dan sumber daya didistribusikan dalam masyarakat.


2. Pengaruh Struktur Sosial sebagai Patokan Perilaku

Jadi, struktur sosial adalah seperti 'aturan main' dalam masyarakat. Bayangkan ketika kita sedang bermain sebuah permainan. Apakah permainan itu akan berjalan lancar kalau tidak ada aturan? Apakah permainan itu akan lancar kalau  tidak ada  yang mengatur atau tidak ada tujuan yang ingin dicapai? Bisa dipastikan bahwa permainan kita tidak akan berjalan lancar dan para pemainnya tidak mengetahui batasan-batasan permainan. 

Tentu saja permainan itu membutuhkan  aturan-aturan tertentu. Aturan-aturan ini membantu kita mengetahui dan memahami apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan dalam permainan tersebut. Sama halnya dalam masyarakat, kita memiliki 'aturan main' yang disebut struktur sosial. Ini mencakup norma-norma (cara yang diharapkan orang bertingkah laku), peran-peran (posisi yang kita miliki dalam masyarakat), dan aturan-aturan yang mengatur interaksi kita.


3. Cara Struktur Sosial Mempengaruhi Interaksi Sosial


Struktur sosial memiliki pengaruh yang besar dalam interaksi sosial. Misalnya, dalam keluarga, ada aturan-aturan tentang bagaimana kita harus berinteraksi satu sama lain. Mungkin ada aturan bahwa kita harus menghormati orangtua atau berbicara dengan sopan. Ini adalah bagian dari struktur sosial yang memengaruhi cara kita berkomunikasi dan berinteraksi dalam keluarga.Hal yang sama juga berlaku dalam bidang kehidupan sosial lainnya. 


Individu, sebagai unit terkecil dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh struktur sosial. Setiap orang memiliki status dan peran tertentu. Dalam masyarakat, status kita adalah sebagai   siswa, anak, atau teman. Kita  juga memiliki peran yang terkait dengan status tersebut (seperti peran sebagai siswa yang harus belajar) yang  mempengaruhi cara kita bertindak. Status dan peran ini adalah bagian dari struktur sosial yang membentuk siapa kita dan apa yang diharapkan dari kita.


Sebuah contoh konkrit tentang Sekolah. Di sekolah, ada aturan-aturan (struktur sosial) tentang bagaimana siswa dan guru harus berinteraksi. Siswa diharapkan mendengarkan guru, dan guru diharapkan mengajar. Struktur sosial ini membantu sekolah berfungsi dengan baik.


Jadi, struktur sosial adalah seperti kerangka yang membentuk cara kita berinteraksi dalam masyarakat dan juga bagaimana kita bertindak sebagai individu. Jadi struktur sosial itu  seperti aturan-aturan dalam permainan yang membantu kita memahami bagaimana harus bermain dan bersaing dalam 'permainan' kehidupan sehari-hari kita.


Mudah-mudahan,  contoh-contoh di atas membantu kita memahami bagaimana masyarakat diatur dan bagaimana para ahli sosiologi memeriksa elemen-elemen ini untuk memahami lebih dalam cara dunia berfungsi.


Komponen Struktur Sosial


Struktur sosial itu seperti kerangka yang membantu kita memahami cara masyarakat diatur dan bagaimana anggota masyarakat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Ini terdiri dari beberapa komponen penting yang saling terkait. 


Mari kita jelaskan komponen-komponen ini secara lebih detail:


I. Kelompok Sosial


A. Pengertian Kelompok Sosial:


Kelompok sosial adalah seperti tim-tim kecil dalam masyarakat. Mereka terdiri dari orang-orang yang berkumpul bersama karena memiliki sesuatu yang sama atau memiliki hubungan tertentu. Kelompok sosial ini bisa berukuran kecil seperti keluarga atau teman-teman dekat, atau bisa lebih besar seperti komunitas di lingkungan tempat tinggal atau klub olahraga. Di antara anggota kelompok terjalin interaksi, dan berbagi pengalaman dalam hidup di antara mereka.


Untuk memahami kelompok sosial secara lebih lengkap, kamu bisa membacanya di: Pandangan Sosiolog Klasik tentang Kelompok Sosial



B. Peran Kelompok Sosial dalam Struktur Sosial


Kelompok sosial memiliki peran penting dalam struktur sosial. Mereka membantu membentuk pola perilaku bagaimana kita berinteraksi dalam masyarakat. Ini seperti bagian-bagian kecil yang saling berhubungan dalam teka-teki besar struktur sosial. 


Contoh peran kelompok sosial dalam struktur sosial: 

  1. Keluarga: Keluarga adalah kelompok sosial yang paling dekat dengan kita. Mereka mengajarkan kita norma-norma dasar, seperti etika, sopan santun, dan nilai-nilai penting. Mereka juga memberi kita dukungan dan kasih sayang yang kita butuhkan.
  2. Teman: Teman-teman kita adalah kelompok sosial yang membantu kita bersosialisasi dan menciptakan kenangan. Mereka adalah orang-orang yang kita ajak bermain, berbicara, dan berbagi cerita. Mereka juga memengaruhi bagaimana kita berpakaian, berbicara, dan berperilaku.
  3. Masyarakat: Komunitas di lingkungan tempat tinggal kita adalah kelompok sosial yang lebih besar. Mereka memiliki peran dalam mengatur aturan-aturan lokal, kebijakan-kebijakan, dan kehidupan sehari-hari di wilayah kita. Mereka bisa membantu menentukan bagaimana kita hidup dalam lingkungan yang lebih luas.


Contoh-contoh ini menunjukkan betapa pentingnya kelompok sosial dalam membantu kita beradaptasi dan berinteraksi dalam masyarakat. Mereka adalah tempat kita belajar banyak hal dan menemukan bagaimana kita bersama-sama dalam hidup.


II. Status Sosial


1. Definsi dan Konsep


Status sosial adalah seperti label atau posisi yang kita miliki dalam masyarakat. Ini adalah cara masyarakat mengidentifikasi siapa kita dan apa yang kita lakukan dalam hidup. Status sosial bisa menjadi seperti peran yang kita mainkan dalam masyarakat.

Jenis-jenis status sosial ini dibagi oleh para ahli sosiologi. Mereka adalah para peneliti dan pemikir yang mempelajari masyarakat dan bagaimana masyarakat berfungsi. 

Mereka menggunakan konsep ini untuk membantu kita memahami bagaimana peran dan posisi seseorang dalam masyarakat terbentuk. Jadi, ide ini berasal dari para ahli sosiologi yang telah mempelajari masyarakat selama bertahun-tahun.



Jenis-Jenis Status Sosial:


1. Status Ascribed

Status ascribed adalah status yang kita dapatkan sejak lahir atau karena karakteristik yang kita miliki bukan karena pilihan pribadi.  Contohnya, status anak dalam keluarga; misalnya seorang  perempuan atau laki-laki, status jenis kelamin itu diperoleh secara natural. Atau seesorang yang dilahirkan sebagai ras kulit putih atau ras kulit hitam; menjadi orang berkulit putih atau kulit hitam diperoleh secara natural. 


Intinya, dalam status ascribed, individu sudah secara otomatis mendapatkan status itu karena latar belakang primordialnya. Ini adalah status yang sudah melekat dengan dirinya sejak lahir dan bukan karena pilihan bebas.


2. Status Achieved

Status achieved adalah status yang kita peroleh berdasarkan usaha, pencapaian, atau keputusan yang kita buat dalam hidup. Contohnya, status siswa yang baik dalam kelas, status sebagai atlet terkenal, atau status sebagai seorang pemimpin dalam kelompok. Kita bekerja keras atau membuat pilihan untuk mencapai status-status ini.


Contoh status sosial: coba pikirkan tentang status siswa. Status siswa mungkin diberikan kepada kita saat kita mulai sekolah (status ascribed). Tetapi kita juga bisa mencapai status siswa yang baik dengan belajar keras dan mendapatkan nilai yang baik (status achieved).

Konsep status ascribed dan status achieved di atas pertama kali diajukan dan dikembangkan dalam kerangka sosiologi oleh para sosiolog dan pemikir sosiologi seperti Talcott Parsons, Robert K. Merton, dan Max Weber. Mereka berperan dalam membentuk dasar-dasar pemahaman tentang bagaimana individu mendapatkan status sosial dalam masyarakat.

Jadi, status sosial adalah seperti label yang menjelaskan siapa kita dalam masyarakat. Dan, sekali lagi, ada dua jenis utama, yaitu  status ascribed (yang diberikan kepada kita) dan status achieved (yang kita peroleh melalui usaha atau pencapaian kita). Status-status ini membantu masyarakat mengidentifikasi peran dan kontribusi kita dalam kehidupan sehari-hari.



III. Peran Sosial


Peran sosial adalah sebuah konsep yang pertama kali dikembangkan oleh  Talcott Parsons, seorang ahli sosiologi terkenal.


Pengertian Peran Sosial


Peran sosial itu seperti 'pekerjaan' atau 'tugas' yang diberikan kepada kita dalam masyarakat. Peran adalah cara kita melakukan "tugas" sesuai dengan tempat, posisi atau status kita  dalam masyarakat. Masyarakat mengharapkan agar kita berlaku dan bertindak seperti yang diharapkan  orang lain dalam berbagai situasi sosial yang relevan. Misalnya, karena kita memiliki peran sebagai siswa di sekolah, anak di keluarga, atau teman di lingkungan sosial, maka kita  memiliki tugas-tugas dan perilaku tertentu yang diharapkan dari kita sesuai dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi.



Pengaruh Peran atas Perilaku 


Mari kita ambil contoh peran sebagai siswa di sekolah. Sebagai siswa, ada ekspektasi tertentu kepada kita, seperti hadir ke sekolah, belajar, mengerjakan tugas, dan berperilaku sopan terhadap guru dan teman sekelas. Peran ini memengaruhi perilaku kita karena kita tahu apa yang diharapkan dari kita dalam peran tersebut. Jadi, kita belajar dengan serius, mengikuti aturan sekolah, dan berinteraksi dengan teman sekelas dengan cara tertentu.

Ketika kita memiliki peran yang berbeda, seperti peran sebagai saudara atau teman, kita juga memiliki perilaku yang berbeda sesuai dengan peran tersebut. Ini karena masing-masing peran memiliki tugas dan harapan yang berbeda.

Jadi, peran sosial adalah seperti tugas atau lakon yang kita mainkan dalam masyarakat. Peran ini memengaruhi perilaku kita. Kita belajar bagaimana harus bertindak dalam setiap peran kita, dan ini membantu kita berinteraksi dan berfungsi dengan baik dalam masyarakat.



Antara Peran yang Diharapkan dan Peran yang Dimainkan


Peran yang Diharapkan: Ini adalah peran yang masyarakat atau orang lain mengharapkan kita untuk memainkannya dalam situasi tertentu. Misalnya, sebagai siswa, orang mungkin mengharapkan kita untuk hadir ke sekolah setiap hari, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berperilaku sopan kepada guru dan teman sekelas. Peran ini didasarkan pada norma-norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat.

Peran yang Dimainkan: Konsep ini mengacu kepada tindakan  atau perilaku yang nyata-nyata atau real terjadi.  Misalnya, meskipun diharapkan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, mungkin kita kadang-kadang kurang fokus pada pelajaran tetapi lebih fokus pada permainan game online. Di sekolah, mungkin kita kadang-kadang berperilaku kurang sopan kepada guru atau teman sekelas. Jadi peran yang dimainkan adalah bagaimana kita benar-benar bertindak dalam situasi tersebut, yang bisa berbeda dari apa yang diharapkan oleh orang lain atau masyarakat.

Jadi, ada perbedaan antara peran yang diharapkan dan peran yang sebenarnya dimainkan. Peran yang diharapkan  berupa keinginan atau harapan masyarakat. Sementara peran yang sebenarnya  adalah perilaku atau tindakan nyata, yang bisa saja tidak selalu sesuai dengan harapan tersebut. 

Ini adalah bagian dari dinamika sosial di mana individu kadang-kadang mungkin tidak memenuhi sepenuhnya harapan sosial yang ada.



IV. Stratifikasi Sosial


1. Pengertian Stratifikasi Sosial

Secara etimologis kata "stratifikasi" berasal dari bahasa Latin "stratum," yang berarti "lapisan." Dalam konteks sosial, stratifikasi sosial merujuk pada pembagian masyarakat menjadi lapisan-lapisan atau tingkatan-tikatan berdasarkan perbedaan sosial, ekonomi, atau budaya.

Menurut Emile Durkheim, stratifikasi sosial adalah cara masyarakat mengatur dirinya menjadi berbagai lapisan dengan peran dan status yang berbeda. Ini membantu menjaga keteraturan sosial dan solidaritas di masyarakat.

Dia melihat stratifikasi sosial sebagai sesuatu yang alami dalam masyarakat dan memiliki peran penting dalam mempertahankan keteraturan sosial.


Max Weber menggambarkan stratifikasi sosial sebagai sistem lapisan yang mencakup aspek ekonomi, politik, dan sosial dalam masyarakat.

Dia memandang stratifikasi sosial mencakup perbedaan dalam hal kekayaan, kekuasaan, dan status sosial. Ini menciptakan hierarki dalam masyarakat di mana orang memiliki akses yang berbeda ke sumber daya dan peluang.

Sedangkan Karl Marx memandang stratifikasi sosial terutama dalam konteks konflik kelas antara pemilik modal (borjuis) dan pekerja (proletar).

Menurut Marx, stratifikasi sosial adalah hasil dari konflik kelas dan menciptakan ketidaksetaraan ekonomi. Ini menghasilkan perbedaan dalam akses ke sumber daya dan kekuasaan.

Dengan kata lain, stratifikasi sosial adalah cara masyarakat mengatur dirinya dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan sosial, ekonomi, atau budaya. Ini menciptakan hierarki atau tingkatan dalam masyarakat di mana individu dan kelompok memiliki status dan akses yang berbeda.


2. Fungsi Stratifikasi Sosial 


Stratifikasi atau tingkatan dalam masyarakat memiliki fungsi yang sangat strategis, di antaranya:
  1. Durkheim berpendapat bahwa stratifikasi sosial membantu menjaga keteraturan sosial dalam masyarakat. Perbedaan dalam tugas dan status sosial menciptakan solidaritas sosial, yang berarti bahwa orang-orang dengan peran yang berbeda saling bergantung satu sama lain. Contohnya, dokter, petani, dan guru memiliki peran yang berbeda, tetapi semuanya penting untuk menjaga masyarakat tetap berjalan. Tanpa stratifikasi, masyarakat mungkin akan kehilangan koherensinya.
  2. Stratifikasi mendorong kemajuan sosial dan memotivasi individu untuk berkembang. Max Weber  mengakui bahwa stratifikasi sosial membuka peluang bagi individu untuk mencapai prestise dan kekuasaan melalui jalur yang berbeda. Dalam hal ini, stratifikasi dapat berfungsi sebagai dorongan bagi orang untuk mencapai kesuksesan dan berkontribusi pada masyarakat.
  3. Kingsley Davis & Wilbert Moore mengatakan bahwa stratifikasi sosial adalah cara masyarakat mengalokasikan individu ke peran sosial yang berbeda berdasarkan kemampuan dan bakat mereka. Mereka berpendapat bahwa dengan cara ini, masyarakat akan mendapatkan individu yang paling mampu dan berbakat menduduki peran-peran yang paling penting dalam masyarakat. Dengan demikian, stratifikasi memastikan bahwa masyarakat memiliki dokter, guru, pemimpin, dan pekerja lain yang dibutuhkan. Ini menjalankan fungsi kunci dalam memastikan kelangsungan masyarakat.
Secara sederhana, berdasarkan pandangan para ahli di atas, stratifikasi sosial memiliki peran dalam menjaga keteraturan dan kebutuhan masyarakat. Ini memastikan bahwa peran yang berbeda diisi oleh individu yang berbeda berdasarkan kemampuan dan bakat mereka, yang pada gilirannya memastikan bahwa masyarakat dapat berfungsi dengan baik.


Struktur Sosial dalam Perkembangan Sejarah


Bagaimana struktur sosial telah berubah sepanjang sejarah manusia? Struktur sosial telah mengalami banyak perubahan sepanjang sejarah manusia. Di bawah ini adalah pandangan dua sosiolog tentang struktur sosial: 



1. Emile Durkheim


Emile Durkheim adalah salah satu pendiri sosiologi modern. Ia mengamati bagaimana masyarakat telah berubah dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern atau industri. Durkheim menyebut perubahan ini sebagai "transisi dari solidaritas mekanik ke solidaritas organik."

Solidaritas Mekanik: Ini adalah jenis solidaritas sosial yang ada dalam masyarakat tradisional di mana orang-orang terikat oleh kesamaan nilai-nilai, norma-norma, dan peran sosial yang sederhana. Di sini, struktur sosial didasarkan pada kesamaan di antara individu-individu.

Solidaritas Organik: Dalam masyarakat modern, Durkheim melihat terjadi perubahan atau peralihan solidaritas mekanik menjadi solidaritas organik, di mana orang-orang saling bergantung satu sama lain karena spesialisasi peran dan kerja sama yang lebih rumit. Struktur sosial dalam masyarakat modern didasarkan pada perbedaan peran dan spesialisasi tetapi saling melengkapi satu sama lain.



2. Max Weber


Max Weber memperhatikan bagaimana industrialisasi dan perkembangan kapitalisme telah mengubah struktur sosial. Weber berbicara tentang konsep "rasionalisasi" yang mempengaruhi bagaimana struktur sosial berkembang.

Terkait dengan rasionalisasi, Weber melihat bagaimana masyarakat modern semakin didorong oleh rasionalisasi, di mana keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan sosial dan individu didasarkan pada pertimbangan rasional, seperti perhitungan untung-rugi atau pertimbangan biaya-manfaat. Hal ini mengubah cara struktur sosial beroperasi, termasuk dalam ekonomi, politik, dan kehidupan sehari-hari.

Perubahan ini adalah contoh bagaimana struktur sosial telah berkembang sepanjang sejarah manusia, yaitu dari masyarakat tradisional dengan solidaritas mekanik menuju masyarakat modern dengan solidaritas organik, serta bagaimana rasionalisasi telah memengaruhi cara masyarakat modern beroperasi dan mengorganisasikan diri. Kedua ahli ini membantu kita memahami perubahan strukutr sosial dalam perkembangan sosial dan sejarah manusia.



Perkembangan Struktur Sosial dari Waktu ke Waktu


Perkembangan dalam struktur sosial seiring waktu adalah konsep yang mengacu pada bagaimana masyarakat mengalami perubahan dalam organisasi dan interaksinya sepanjang sejarah. Perubahan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan budaya, teknologi, ekonomi, politik, dan perubahan sosial lainnya. 

Di sini, kami akan menjelaskan perkembangan dalam struktur sosial sepanjang waktu dengan beberapa contoh.

  1. Masyarakat Agraris dan Urbanisasi: Di masa lalu, banyak masyarakat berbasis agraris, di mana kegiatan ekonomi masyarakatnya terutama didasarkan pada pertanian. Namun, dengan perkembangan teknologi dan industrialisasi, banyak masyarakat beralih ke struktur sosial yang berbasis industrialisasi yang mengakibatkan terjadinya urbanisasi karena  lebih banyak orang tinggal di kota-kota besar dan pekerjaan mereka lebih beragam.
  2. Perubahan Peran Gender: Struktur sosial juga telah mengalami perubahan signifikan dalam hal peran gender. Misalnya, di masa lalu, peran gender seringkali sangat terbatas, tetapi dengan gerakan hak-hak perempuan dan perubahan sosial lainnya, peran gender menjadi lebih fleksibel dan setara dalam banyak masyarakat.
  3. Perkembangan Teknologi Informasi: Revolusi teknologi informasi, terutama dalam beberapa dekade terakhir, telah mengubah cara masyarakat berinteraksi. Internet dan media sosial telah menciptakan hubungan sosial yang lebih global, dan ini memengaruhi struktur sosial dalam hal bagaimana orang berkomunikasi dan berinteraksi.
  4. Perkembangan Politik dan Kelembagaan Sosial: Perkembangan dalam politik dan kelembagaan sosial, seperti hak asasi manusia dan perubahan dalam sistem politik, juga memengaruhi struktur sosial. Misalnya, perubahan dalam hukum pernikahan atau hak-hak sipil mengubah cara masyarakat mengatur hubungan sosial mereka.
  5. Globalisasi: Globalisasi adalah fenomena di mana dunia semakin terhubung, baik dalam perdagangan, budaya, atau hubungan politik. Ini mempengaruhi struktur sosial dengan memungkinkan orang untuk terlibat dalam interaksi dan pertukaran dengan masyarakat dan budaya yang berbeda.
  6. Perkembangan Ekonomi dan Stratifikasi Sosial: Perkembangan dalam ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi atau resesi, memengaruhi struktur sosial dengan cara distribusi kekayaan dan kesenjangan ekonomi.

Perkembangan dalam struktur sosial adalah bagian alami dari evolusi sosial dan budaya. Ini mencerminkan bagaimana masyarakat berevolusi dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Perkembangan ini seringkali dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor. Para sosiolog dan peneliti sosial telah banyak melakukan riset dan mempelajari bagaimana perubahan ini memengaruhi individu dan masyarakat secara keseluruhan.




Kesimpulan dan Penutup


Dalam pelajaran ini, kita telah menjelajahi konsep tentang struktur sosial. Struktur sosial merujuk pada pola-pola yang ada dalam masyarakat dan memengaruhi perilaku dan hubungan antara individu. Kita memahami bahwa struktur sosial melibatkan unsur-unsur seperti status, peran, kelompok sosial, dan lembaga sosial. Selain itu, kita juga memahami bahwa struktur sosial dapat bervariasi antara berbagai masyarakat, menciptakan keragaman dalam nilai, norma, dan sistem hierarki.


Kita juga mengidentifikasi perubahan dalam struktur sosial seiring waktu, yang dapat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Perubahan ini dapat mengarah pada pergeseran nilai, peran, dan dinamika sosial.


Pemahaman tentang struktur sosial sangat penting dalam memahami bagaimana masyarakat beroperasi. Ini membantu kita memahami mengapa orang berperilaku seperti yang mereka lakukan, bagaimana kekuasaan didistribusikan dalam masyarakat, dan mengapa perubahan sosial terjadi. Melalui pemahaman struktur sosial, kita dapat bekerja menuju masyarakat yang lebih adil dan inklusif. Dengan mempertimbangkan peran kita dalam struktur sosial dan cara kita dapat berkontribusi pada perubahan positif, kita dapat memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik untuk semua orang.




Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url